Jidouka – AUTOMATION

Jidouka adalah pilar kedua dari TOYOTA PRODUCTION SYSTEM .. arti bahasanya dari negeri para samurai ini adalah OTOMATISASI .. tapi kalau dilihat dari tulisan ” kanjinya” ternyata artinya lebih dari sekedar otomatisasi karena mengandung beberapa makna didalamnya yang kurang lebih ( sorry belum tentu tepat ) .. mesin yang memiiki kecerdasan manusia..prinsip JIDOUKA di mulai ketika ditemukannya mesin pintal otomatis oleh  SAKICHI TOYODA , dimana alat ini akan berhenti bekerja secara otomatis bila ada benang yang terputus yang akan mengakibatkan sebuah alat khusus yang di pasang sebagai ” sensor ” akan terjatuh dan menghentikan mesin secara otomatis..Jadi Prinsip dari jidouka adalah proses akan terhenti dengan segera ketika terjadi masalah akibat ketidak normalan dan menghindari “membuat dan mengalirkan” produk NG ( No Good).. dalam perkembangannya proses juga akan berhenti setelah seluruh proses selesai dikerjakan dan kemudian memberikan peringatan atau ” nada panggil” ( Ingat Ilustrasi mesin cuci.. dalam uraian TPS History..)

Ilustrasi Jidouka
APA Yang dimaksud ABNORMALITY / KETIDAKNORMALAN dalam Jidouka ???
>>> Segala sesuatu yang “BERJALAN TIDAK SEPERTI BIASANYA ” disebut Abnormality
” BERJALAN TIDAK SEPERTI BIASANYA ” ini bisa di ketahui bila segala sesuatunya sudah di bakukan sebagai standard.. jadi itulah fungsi utama dari standarisasi .. yaitu untuk mengetahui apakah ada penyimpangan yang terjadi bila proses dilakukan sesuai standard .. sehingga nantinya standard operasi yang sudah dibuat merupakan referensi dari sebuah perbaikan yang akan dilakukan untuk meningkatkan Qualitas atau Menurunkan Biaya , dll ..guna mencapai tingkat effisiensi yang lebih baik secara berkelanjutan (KAIZEN) .. karena dengan adanya standard operasi maka kita akan mudah menemukan apa yang dikenal dengan “MUDA” ..atau pemborosan yang terjadi dalam proses  .. contoh pemborosan akibat  barang reject .. atau pemborosan akibat produksi yang berlebih dll.

INGAT Standard Operasional Prosedure hanyalah sebuah catatan kegiatan yang biasa dan harus dilakukan sampai ada perubahan atau perbaikan terhadap standard itu sendiri (jadi S.O.P bukanlah sebuah kitab suci perusahaan yang seumur hidup perusahaan   tidak pernah  berubah..).

jadi jidouka pada dasarnya menekankan kepada sebuah kerja mesin yang otonom atau mandiri dikarenakan memiliki “kecerdasan” dalam menghasilka produk berkualitas sesuai standard dan menghindari membuat produk yang mengalami penyimpangan / abnormal / reject.
lanjuuut.

JIDOUKA .. dalam pelaksanaannya berpengaruh pada peningkatan qualitas produk..  contoh implementasinya adalah sbb.:

contoh jidoka

Selain Pokayoke .. pada saat proses produksi pada ban berjalan juga di kenal “ANDON” yaitu sebuah alat yang memberikan otoritas besar pada operator untuk menghentikan proses bila terjadi ketidak noermalan ..sehingga timbul methode “STOP, CALL, WAIT” dimana operator akan menarik andon untuk menghentikan proses  >>> andon otomatis akan menginformasikan kepada kepala regu atau atasan terkait untuk datang ke area bermasalah >>> sementara Operator akan menunggu perintah selanjutnya dari atasannya..

dan untuk mengembangkan Sense Of Belonging dari operator maka operator di beri arahan yang jelas mengenai sebuah prinsip dari proses produksi ..dimana setiap operator adalah supplier dari proses didepannya tetapi juga merupakan pelanggan dari proses sebelumnya sehingga di kenal istilah “NEXT PROCESS IS CUSTOMER” dan juga prinsip bahwa “EVERY OPERATOR IS AN INSPECTOR” sehingga qualitas setiap produk yang akan dibuat merupakan tanggung jawab si operator sendiri ..sehingga untuk mensosialisasikan prinsip prinsip diatas sangat  mudah di jumpai di perusahaan jepang di Indonesia menggunakan semboyan ” TIDAK MENERIMA BARANG NG, TIDAK MEMBUAT BARANG NG DAN TIDAK MENERUSKAN BARANG NG”  .. semua methoda dan segala bentuk usaha diatas  akan mengalir dan bermuara pada prinsip yang merupakan penunjang utama dari JIDOKA yaitu ” BUILD IN QUALITY”….menuju satu harapan besar tercapainya “HIGH QUALITY PRODUCT WITH LOW PRODUCTION COST…& Short lead time “

6 Tanggapan

  1. SALUT ATAS BLOGNYA , NAMBAH WAWASAN , SEKALIAN TANYA , GIMANA BIAR JIDOUKA BISA BERJALAN EFEKTIF DI PERUSAHAAN ? MAKASIH

  2. terima kasih … menurut pengalaman saya kalau jidouka mau effektif berjalan maka harus ada 2 kondisi :
    1. komitment terus menerus dari perusahaan dan
    2. keterlibatan seluruh karyawan ,
    komitmen perusahaan bisa di tunjukkan dengan menggulirkan program yang biasanya terkait dengan pilar kedua dari TPS ini , bisa melalui program Sugestion system , Kaizen , atau QCC misalnya , dengan program ini ( yang biasanya juga disertai reward) maka akan memaksimalkan keterlibatan karyawan atau operator .. yang nota bene merupakan orang yang paling berkepentingan pada kemudahan proses kerja dan kehandalan kualitas hasil produksi serta merupakan orang yang paling faham kelemahan suatu proses .. dengan mengekplosrasi pengetahuan mereka maka akan muncul alat bantu kerja yang mendukung efektifitas jidouka..selain itu karena operator sendiri yang memberi pendapat maka akan terbangun sense of belonging pada media yang mereka buat .. sehingga effektifitas jidouka menjadi lebih baik dan bermuara pada high quality product dan low cost of production.. salam jishuken.

  3. salam tarik, mo nanya mas , mengenai next process is our customer , gimana implementasinya , operator bisa saja merasa bertanggung jawab tapi kalo methodenya ngga tepat pasti bermasalah juga khan, arigato.

    • Salam tarik mas rahman .. dasarnya adalah mentality mas … sehingga sejak awal setiap operator harus di drive untuk memiliki kemampuan dalam bertanggung jawab .. kemampuan dalam bertanggung jawab ini berupa skill … mulai dari skill memahami komunikasi dengan atasan .. skill memahami operasi / proses dan skill memahami urutan prose serta dilengkapi dengan kemampuan memutuskan apakah proses sudah benar dan apakah produk sudah benar … berkaitan dengan apakah proses sudah benar maka sebelumnya standard harus dibakukan dahulu biasanya disebut Working Instruction .. sang operator wajib memahami WI dan mampu melakukan operasi sesuai urutan dalam WI tersebut … berkaitan dengan apakah produk sudah benar maka standard produk harus dibakukan biasanya dalam Inspection Standard atau dalam format lain yang menjelaskan standard yang harus dipenuhi oleh produk sebelum dan sesudah memasuki proses tersebut dan ini harus dipahami oleh operator sehingga akan muncullah yang disebut build in quality yang merupakan dasar dari ide next process is our customer ..dan mengenai methode sesungguhnya tidak ada methode yang sempurna karena setiap perusahaan memiliki ciri khas masing masing .. yang perlu dilakukan adalah kaizen.. matur suwun…

  4. boss, profilenya Mr.Ibaragi & Pak Avien dong di tampilin, biar lebih “dekat” soalnya kalau lagi jishuken review cuma orang2 penting saja yang bisa dekat,please ya boss.

    • salam jishuken…hebat ini bams samson mampir kemari ..wkkkk.. sory bercanda bro, saya rasa mereka ngga keberatan jadi selebriti blog ye .. hehehe.. nanti deh saya sounding ke Pak Avien mo diwawancara gratis ngga .. wkkk.. mereka sebenarnya menurut saya low profile kok .. liat aja kalo lagi gemba jishuken… nongkrong .. nungging bahkan nyusup 2 diantara mesin mau mereka lakukan …hanya karena kesibukannyalah dan karena begitu banyak orang yang membutuhkannya maka mereka kelihatan jauh, nanti begitu dapat sinyal (udah kaya pro xl ..wkk) saya akan info by email .. sementara kita nonton profilenya manohara dulu ya.. hehehe.. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: